Sekolah Rakyat Dimulai Di Malang dan Batu, Puguh PKS: Siapkan dengan Matang!
Bacatrend, Surabaya – Program Sekolah Rakyat (SR) yang akan segera dimulai di beberapa wilayah, termasuk Kota Malang dan Kota Batu, mendapat perhatian dari anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PKS, Puguh Wiji Pamungkas.
Menurutnya, inisiatif ini adalah langkah yang baik, namun perlu direncanakan dengan matang, terutama karena mengusung konsep boarding school atau sekolah berasrama.
Puguh mengungkapkan bahwa beberapa lokasi telah siap dijadikan tempat belajar bagi siswa Sekolah Rakyat.
“Yang sudah siap itu di Kota Malang. Ada bekas gedung Poltekkom milik Pemkot, serta dua gedung milik Pemprov, yakni BPSDM dan UPT Dinsos di Kota Batu,” jelasnya dalam keterangannya.
Namun, ia mengingatkan bahwa konsep boarding school bukan sekadar menyediakan tempat tinggal bagi siswa, tetapi juga menuntut adanya pendampingan intensif oleh tenaga pendidik yang kompeten.
Puguh menegaskan bahwa tenaga pendidik di Sekolah Rakyat tidak boleh hanya mengandalkan kecakapan akademis semata.
“Sekolah Rakyat ini konsepnya boarding. Jangan sampai justru menimbulkan masalah baru. Pengajarnya tidak cukup hanya pintar secara akademis, tetapi juga harus memiliki kemampuan membina dan mendampingi siswa selama 24 jam,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pembentukan karakter bagi peserta didik agar tujuan utama sekolah ini tercapai.
“Mereka harus punya kemampuan membangun karakter, karena tujuan utama Sekolah Rakyat bukan hanya mendidik, tetapi membentuk anak-anak yang kuat dan berkompetensi,” tambahnya.
Selain kesiapan tenaga pendidik, Puguh mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat berbasis asrama juga harus memiliki fasilitas yang memadai.
“Harus ada fasilitas seperti sekolah boarding pada umumnya, termasuk asrama yang layak. Ini menyangkut kenyamanan dan keamanan anak-anak kita,” ujarnya.
Ia juga menyoroti minimnya sosialisasi terkait program ini, yang memicu kebingungan di masyarakat.
“Informasi terakhir katanya memang mendadak dan agak sulit dilacak. Masyarakat mulai bertanya-tanya: bagaimana kalau anak saya ditaruh di sana? Ini kan mirip-mirip pesantren, sedangkan pesantren sudah teruji karena ada pengampu seperti ustaz, gus, atau kiai yang dipercaya masyarakat,” paparnya.
Lebih jauh, Puguh menekankan pentingnya pengawasan dan kolaborasi dalam menjalankan Sekolah Rakyat agar anggaran besar yang telah disiapkan tidak disia-siakan.
“Niat baik ini harus dibarengi dengan dukungan semua pihak. Saling mengawasi itu penting, jangan sampai anggaran besar yang sudah disiapkan justru menguap tanpa hasil yang jelas,” pungkasnya.









Tinggalkan Balasan