Bacatrend, Blitar – Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Blitar menyepakati kolaborasi strategis di bidang pangan, mencakup sektor pertanian hingga peternakan. Kesepakatan ini diumumkan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat menghadiri pameran Dinas Koperasi se-Jawa Timur dalam rangka HUT ke-78 Koperasi dan HUT ke-12 UMKM di Kota Blitar.

Dalam momen tersebut, Eri Cahyadi dan Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama pihak ketiga. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan dan memperluas jejaring ekonomi antarkota.

Eri menegaskan, kemajuan sebuah kota tidak bisa dicapai tanpa dukungan dan kerjasama dari wilayah sekitarnya. Ia mencontohkan, kemajuan Surabaya selama ini turut ditopang oleh dukungan dari kota dan kabupaten tetangga seperti Sidoarjo, Lamongan, Gresik, Mojokerto, hingga Blitar.

“Kota tidak bisa berdiri sendiri. Dalam konteks inilah Surabaya dan Blitar menjadi satu kesatuan yang saling memperkuat,” ucapnya.









Ia berharap sinergi ini dapat memberdayakan koperasi kelurahan sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Eri juga meminta Penjabat Sekretaris Daerah Surabaya, Rachmat Basari, untuk aktif menjalin komunikasi lintas kota guna menyelaraskan neraca komoditas pangan.

Setiap penerbitan izin usaha di sektor hospitality, menurut Eri, mesti sejalan dengan ketersediaan bahan baku. “Misalnya, kalau kebutuhan telur harian mencapai sekian ton, saya bisa langsung bermitra dengan Blitar yang punya kelebihan di sektor itu,” ujar Eri yang juga menjabat Ketua Dewan Pengurus APEKSI.

Ia menambahkan bahwa kerja sama seperti ini patut menjadi contoh nasional, karena bisa berkontribusi pada penurunan tingkat kemiskinan, pengangguran, hingga ketimpangan sosial secara bertahap. “Kita bukan kompetitor, kita adalah mitra yang saling melengkapi,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Syauqul Muhibbin menuturkan bahwa Blitar membawa sejumlah komoditas unggulan dalam pameran tersebut, mulai dari sektor peternakan seperti produksi telur hingga berbagai produk UMKM. Produk-produk itu tak hanya menarik perhatian Surabaya, namun juga beberapa kota lain seperti Depok, Bekasi, dan Surakarta.

“Beberapa delegasi dari kota lain sudah mulai menjalin kesepakatan. Kami juga melihat peluang saling mengisi dari potensi yang dimiliki masing-masing daerah,” kata Muhibbin.