Ukuran Celana Bisa Deteksi Penyakit Kronis, Menkes: Berisiko Lebih Cepat Menghadap Allah
Bacatrend, Jakarta – Dalam acara peluncuran Pasukan Putih Jakarta di Rusun Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pernyataan yang menarik perhatian publik.
Ia menyebut bahwa ukuran celana jeans bisa menjadi indikator sederhana untuk mendeteksi obesitas dan risiko penyakit kronis.
“Pokoknya laki-laki kalau beli celana jeans masih di atas 32-33. Ukurannya berapa celana jeans? 34-33. Udah pasti obesitas,” ujar Menkes.
“Itu menghadap Allahnya lebih cepat dibandingkan yang celana jeansnya 32,” tambahnya.
Menkes menjelaskan bahwa obesitas sentral, terutama penumpukan lemak di area perut, memiliki korelasi erat dengan peningkatan risiko penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, stroke, dan gagal jantung.
Meskipun pernyataannya menuai kontroversi, Menkes menegaskan bahwa maksudnya bukan untuk melakukan body shaming, melainkan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat.
“Saya bukannya body shaming, tapi emang artinya begitu,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa ambang batas lingkar pinggang ideal untuk pria adalah maksimal 90 cm, sedangkan wanita 80 cm. Jika melebihi batas tersebut, seseorang dianggap memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit metabolik.
Menkes mengingatkan bahwa banyak masyarakat yang cenderung mengabaikan tanda-tanda awal risiko kesehatan, seperti obesitas perut. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berujung pada kematian dini akibat komplikasi penyakit kronis.
“Orang-orang suka bilang, saya nggak apa-apa. Darah tinggi, gula masih sehat. Bapak Ibu lima tahun lagi pasti kena stroke. Kita paling banyak meninggal kena stroke sama jantung,” ujarnya.
Menurut Menkes, jika masyarakat lebih peduli dengan kondisi tubuhnya dan melakukan pengecekan kesehatan secara rutin, maka penyakit seperti stroke dan jantung bisa dicegah sejak dini.









Tinggalkan Balasan