Bacatrend, Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kembali menegaskan posisinya sebagai formatur tunggal dalam penyusunan struktur kepengurusan partai, termasuk dalam penunjukan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP.

Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Utut Adianto.

“Kalau di PDI itu nggak pemilihan (terkait sekjen), misalnya Ibu (Megawati) aklamasi ketua umum, nanti Ibu yang menyusun kabinetnya, Ibu formatur tunggal,” ujar Utut

Ia menegaskan bahwa pemilihan Sekjen tidak dilakukan secara terbuka, melainkan sepenuhnya berada di tangan Megawati sebagai Ketua Umum.









Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai siapa yang akan menggantikan Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen PDIP.

Utut sendiri mengaku tidak mengetahui nama-nama yang masuk dalam bursa calon Sekjen.

“Kan kalau itu kamu yang nanya, saya mana tahu (soal calon sekjen),”  katanya.

Selain itu, Utut juga menyinggung kemungkinan adanya pertemuan ulang antara Megawati Soekarnoputri dan Presiden terpilih Prabowo Subianto menjelang Kongres PDIP.

Namun, ia menyarankan agar pertanyaan terkait hal tersebut lebih baik ditujukan kepada Puan Maharani, Ketua DPP PDIP.

Sementara itu, Kongres VI PDIP yang akan menjadi ajang penetapan kepengurusan partai masih belum memiliki jadwal pasti.

Utut memperkirakan bahwa kongres kemungkinan besar tidak akan digelar pada bulan Juni 2025, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan Megawati.

Dengan status Megawati sebagai formatur tunggal, dinamika internal PDIP tetap terkonsentrasi pada kewenangan Ketua Umum, yang memiliki hak prerogatif penuh dalam menentukan arah politik dan kepengurusan partai ke depan.