House of Raminten: Kuliner Jawa dengan Rasa dan Cerita
Bacatrend, Jogja – House of Raminten, berlokasi di kawasan Kotabaru, tepatnya di Jalan Faridan M Noto. Buka sejak 26 Desember 2008. Tempat ini bukan sekadar restoran. Ia lahir dari karakter teater : Ramintenyang diperankan Hamzah Sulaiman di televisi lokal. Raminten adalah sosok perempuan Jawa: berkonde, berkebaya, dengan logat halus dan gaya jenaka. Karakter ini hidup, lalu menjelma jadi pengalaman kuliner.
Awalnya, restoran ini hanya jual jamu. Beras kencur, kunir asem, dan ramuan tradisional lainnya. Lalu muncul menu nasi kucing—murah, hanya seribu rupiah. Dari situ, pilihan makanan makin banyak. Nuansanya tetap khas: Jawa, lawas, dan penuh gaya.
Yang bikin tempat ini unik?
1. Patung Raminten Menyambut di Depan
Begitu masuk, pengunjung langsung disambut patung besar Raminten. Ikonik. Jadi spot foto wajib.
2. Interior Jawa Klasik
Segalanya bernuansa budaya. Meja kursi dari kayu. Dinding dihias wayang. Tiang-tiang dibalut kain jarit. Serasa masuk rumah bangsawan masa lalu.
3. Seragam Pelayan yang Antik
Semua pelayan berdandan ala Jawa. Pria pakai jarit dan blangkon. Wanita berkemben, bersanggul kecil. Tak biasa, tapi memikat.
4. Nama Menu yang Tak Biasa
Menu di sini punya nama nyentrik. Ada “Sarung Jagung” alias jasuke—jagung, susu, keju. Atau “Ayam Koteka”, ayam dan telur dalam bambu.
5. Buka 24 Jam, Bayar Harus Tunai
Tak kenal waktu, restoran ini buka sepanjang hari. Tapi, satu hal penting: hanya terima uang tunai. Mungkin bagian dari konsep jadul yang dijaga.
House of Raminten bukan sekadar tempat makan. Ia adalah cerita. Tentang budaya, kreativitas, dan cara Jogja menyambut siapa saja yang datang.









Tinggalkan Balasan