Surabaya,Bacatrend.com – Media sosial telah membuktikan kemampuannya sebagai sumber penghasilan yang menggiurkan. Hal ini pun dirasakan oleh Anas Boby, seorang pemuda asal Sampang, Madura. Melalui platform TikTok, ia mampu meraih kesuksesan dan mengumpulkan cuan yang tak sedikit.

Anas Boby, yang lahir pada tahun 2002, kini menjadi salah satu tiktoker terkenal di Madura dan Jawa Timur. Namun, perjalanan menuju keberhasilannya tidaklah mudah. Ia memulai sebagai seorang tiktoker pada tahun 2019 hanya karena iseng mengikuti tren zaman. Namun, semakin banyaknya orang yang menyukai kontennya, membuat semangat Anas Boby terus membara.

Setelah lulus dari SMK, Anas Boby memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia memilih fokus menjadi seorang konten kreator di TikTok. Pada tahun 2020, ia pergi ke Surabaya untuk bertemu dengan tiktoker lain dan di situlah ia bertemu dengan teman lamanya, Alim Mubarok alias Barok, yang juga seorang tiktoker.

Tinggal di Surabaya membawa pengalaman hidup yang tak terlupakan bagi Anas Boby. Ia harus menghadapi keterbatasan finansial hingga harus tidur di emperan toko. Suatu waktu, ketika ia baru tiba di Surabaya, ia menggunakan uang ibunya sebesar 10 juta rupiah yang seharusnya digunakan untuk membayar utang. Namun, uang tersebut habis dan Anas Boby mendapat marah dari sang ibu. Meski demikian, Anas Boby yang telah bertekad menjadi seorang tiktoker terkenal meminta maaf dan berjanji untuk menggantinya.

Kesuksesan Anas Boby dimulai ketika ia bergabung dengan tim Mama Lela pada bulan Mei 2021. Dalam tim tersebut, Anas Boby semakin dikenal luas dan jumlah pengikutnya di media sosial terus bertambah. Dampaknya, banyak produk yang mulai mengendorse Anas Boby, sehingga ia mendapatkan penghasilan puluhan juta rupiah setiap bulannya. Keberhasilan ini bahkan memungkinkannya untuk membeli sebidang tanah di Malang setelah dua tahun bergabung dengan tim Mama Lela.

Namun, kebersamaan dengan Mama Lela berakhir di tahun 2023. Saat ini, Anas Boby kembali ke Madura dan terus menciptakan konten di TikTok dan YouTube bersama timnya.

Tidak hanya sukses sebagai seorang konten kreator, Anas Boby juga mencoba merintis dunia bisnis. Setelah keluar dari tim Mama Lela, ia kembali ke Sampang, Madura, dan memulai dari awal. Dalam kerjasama dengan teman-temannya di Madura, mereka membentuk Koboy Team dan menghasilkan konten dengan tema komedi yang diunggah di kanal YouTube Anas Boby. Konten ini mendapatkan sambutan positif dari penggemarnya dengan ratusan ribu penonton. Keberhasilan tersebut membawa Koboy Team mendapatkan undangan untuk mengisi acara, seperti acara di Deliwafa Store yang diundang oleh Tom Liwafa dan Delta Hesti.

Penghasilan yang Anas Boby dapatkan dari TikTok dan YouTube tidak hanya digunakan untuk membeli mobil dan rumah untuk orang tuanya di Madura. Ia juga mulai merintis dunia usaha dengan membuka bisnis jualan parfum dan menyewakan mobil travel. Pendapatan yang ia peroleh dari bisnis ini cukup lumayan dan ia melihatnya sebagai tabungan untuk masa depannya.

Anas Boby mengajak generasi muda Madura, dan Indonesia pada umumnya, untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana yang positif untuk menghasilkan penghasilan. Baginya, media sosial bukan hanya tempat untuk pamer, tetapi juga dapat menjadi ladang penghasilan yang menguntungkan.

Dengan dedikasi dan kerja keras, Anas Boby membuktikan bahwa pemuda daerah seperti dirinya mampu meraih kesuksesan melalui media sosial. Dari seorang yang iseng membuat konten di TikTok, kini ia telah menjadi salah satu tiktoker terkenal dengan penghasilan yang menggiurkan. Selain itu, Anas Boby juga menginspirasi dengan langkahnya merintis bisnis yang dapat memberikan peluang keberhasilan di masa depan.

Kisah Anas Boby menunjukkan bahwa potensi dan kesempatan untuk sukses tidak terbatas pada latar belakang atau lokasi geografis seseorang. Melalui kreativitas dan kerja keras, pemuda-pemuda daerah juga memiliki peluang yang sama untuk meraih keberhasilan dalam dunia digital. Anas Boby adalah contoh nyata bahwa mimpi dan usaha yang kuat dapat mengubah hidup seseorang, membuktikan bahwa pemuda daerah juga mampu “raup cuan” melalui platform media sosial seperti TikTok.