Sego Kucing, Sajian Sederhana yang Jadi Primadona di House of Raminten
Bacatrend, Jogja – Di tengah nuansa klasik dan aroma kayu manis yang menyambut sejak langkah pertama masuk, House of Raminten menyimpan daya tarik pada menu yang justru paling sederhana: sego kucing.
Sego kucing, yang dalam budaya Jawa dikenal sebagai nasi dalam porsi kecil lengkap dengan lauk minimalis, menjadi favorit banyak pengunjung. Dengan harga mulai dari seribu rupiah, pilihan menu ini bukan sekadar murah, tapi juga sarat makna tradisi.
Pengunjung bisa memilih sendiri porsi yang diinginkan. Ada versi satu, dua, hingga tiga porsi sekaligus. Tambahan lauk pun tersedia—mulai dari telur, tempe, hingga sambal pedas yang dibungkus rapi dalam lipatan daun pisang dan kertas coklat. Praktis, hangat, dan menggugah kenangan makan malam di angkringan masa kecil.
Sego kucing bukan sekadar menu. Ia adalah cerita awal dari perjalanan House of Raminten. Jauh sebelum tempat ini jadi ikon kuliner budaya di Jogja, restoran ini hanyalah sebuah warung jamu kecil. Hamzah Sulaiman, sang pendiri, memulai segalanya dari ramuan tradisional seperti kunyit asam dan beras kencur. Dari sana, perlahan berkembang—menu bertambah, pengunjung berdatangan, tapi semangat awalnya tetap terjaga.
Kini, dalam balutan interior bergaya Jawa lengkap dengan patung-patung klasik dan busana tradisional para pelayan, sego kucing tetap hadir. Tak hanya sebagai makanan, tapi sebagai simbol: bahwa kesederhanaan, jika dirawat dengan cinta dan cita rasa, bisa menjelma jadi legenda.









Tinggalkan Balasan